Selasa, 05 Januari 2016

Apa sih bedanya Pecel, Lotek, Gado Gado dan Karedok?

Sudah pernah makan 4 jenis makanan di atas belum bro sis? Kalau belum kudu baca artikel ini sampe abis. Yang sudah pun juga harus baca sampe abis biar tahu keempat makanan itu bedanya dimana. Perlu diketahui bahwa keempat makanan tersebut merupakan makanan yang menggunakan bumbu kacang. Eits meskipun keempat empatnya menggunakan bumbu kacang, racikan bumbu kacangnya pun berbeda beda. Yuk simak penjelasan di bawah biar pada tahu bedanya pecel, lotek, gado gado dan karedok.

PECEL

pecel
Pecel merupakan jenis makanan yang bahan utamanya adalah sayuran matang dan bumbu kacang. Pecel ini berasal dari mana? Dari Wikipedia dijelaskan bahwa berasal dari daerah Jawa Timur, tepatnya di daerah eks Karisidenan Madiun. Dan memang pecel yang terkenal adalah Pecel Madiun. Tahu ngga artinya pecel itu apa? Pecel adalah istilah yang ada dalam bahasa Jawa dimana dapat diartikan sebagai “tumbuk” atau “dihancurkan dengan cara ditumbuk”. Dalam makanan pecel umumnya menggunakan sayuran matang dan pelengkap seperti telur ceplok, rempeyek teri atau rempeyek kacang, tahu dan tempe bacem. Bumbu kacang untuk pecel lebih terasa aroma daun jeruknya dibandingkan dengan yang lain. Pecel biasanya disajikan “dipincuk” atau dialasi dengan daun pisang.

LOTEK

Lotek
Lotek merupakan makanan khas Jawa Barat. Lotek hampir sama dengan pecel, namun di dalam lotek sayuran wajib yang ada di dalamnya antara lain bayam, kacang panjang, kapri, daun kacang kedelai. Jika bumbu pecel lebih terasa aroma daun jeruknya, lotek lebih menonjolkan aroma kencurnya. Umumnya lotek disajikan dengan lontong, tetapi ada yang melakukan variasi lain seperti nasi, ketupat, atau dengan mie.

GADO GADO

Gado gado juga menggunakan beberapa sayuran yang direbus, tetapi tidak semua memang direbus. Ada beberapa komponen makanan gado gado tidak direbus seperti daun kemangi, tomat dan mentimun. Gado gado menggunakan telur rebus dan kentang sebagai komponen pokoknya. Berbeda dengan lotek dan pecel tidak membuat telur rebus sebagai bahan tambahan saja. Bumbu gado gado hampir sama dengan pecel, tetapi tidak memakai daun jeruk dan terasi. Gado gado biasanya disajikan di dalam piring dengan nasi atau lontong sebagai temannya dan juga tidak lupa emping asin sebagai pelengkapnya.

KAREDOK

karedok
Bumbu karedok sama dengan pecel atau lotek, tetapi bedanya dari ketiga makanan di atas adalah karedok menggunakan sayuran mentah. Sayuran mentah tersebut dilumuri dengan bumbu kacang yang terdiri dari cabai merah, bawang putih, kencur, kacang tanah, air asam, gula jawa, garam, dan terasi. Karedok biasanya disajikan dengan kerupuk udang atau kerupuk yang kecil kecil. Dan karedok biasanya langsung bisa dimakan tanpa ditemani dengan nasi, lontong, maupun ketupat.
Bagaimana guys, udah tahu kan bedanya pecel, lotek, gado gado, dan karedok. So, besok besok kalau makan di tempat makan khas Jawa jangan bingung apa itu lotek, pecel, gado gado maupun karedok. Semoga bermanfaat! Salam Cumibunting!

Senin, 04 Januari 2016

Makanan di Solo

Tengkleng

Kalau anda menyukai kuliner dari kambing, anda pasti suka dengan makanan Tengkleng, apalagi yang khas Solo ini. Tengkleng merupakan olahan daging kambing yang menyerupai gulai kambing namun kuahnya tidak memakai santan. Dahulu, masakan tengkleng ini terkenal sebagai makanan rakyat jelata, karena justru dalam masakan ini tidak menggunakan daging kambing, namun menggunakan bagian dari kambing seperti tulang belulang, kepala, usus, jerohan, kaki kambing dll. Namun saat ini masakan tengkleng juga termasuk makanan yang mewah, karena nyatanya harganya yang tidak murah. Kenikmatan makan makanan tengkleng adalah dengan menggerogoti daging yang menempel pada tulang, meskipun tersisa sedikit. Kasakan tengkleng SOlo yang paling terkenal adalah tengkleng yang ada di pasar Klewer yaitu Tengkleng Ibu Edi. Warung ini tepatnya berada di samping gapura Pasar Klewer dekat dengan Alun-alun utara Keraton Surakarta. Untuk menikmati Tengkleng buatan Ibu Edi ini juga tidaklah mudah,karena lokasinya yang sempit dan antrinya yang banyak. Lokasinya bahkan tidak ada tulisannya sehingga membuat bingung bagi pengunjung yang pertama kali mendatanginya. Tempat duduknya juga hanya meja kursi sederhana. Tetapi jangan tanya rasa masakannya. Warung ini sudah sangat terkenal enaknya. Rasanya sedap dan tidak bau prengus kambing. Warung Tengkleng Bu Edi Biasanya buka jam 1 siang, namun dalam tempo 2 jam sudah habis.

Kuliner Khas Solo

Timlo

Kuliner khas dari Solo lainnya adalah Timlo. Makanan ini juga sudah terkenal dari Solo, apalagi ada salah satu band humor yang menggunakan nama Timlo sebagai nama band nya, dan band ini sempat menghiasi layar televisi nasional beberapa waktu yang lalu. Dari segi tampilannya masakan timlo ini mirip dengan soto, yaitu memiliki kuah bening. Untuk pelengkapnya, masakan Timlo Solo ini ada sosis ayam yang dipotong-potong. telur ayam pindang dan juga irisan jeroan ayam, seperti ati dan ampela. Penyajiannya ada yang langsung digabung degan nasi putih ada pula yang dipisah. Kalau dipisah diatas nasinya ditaburi bawang goreng. Salah satu Warung Timlo Solo yang selalu ramai dikunjungi adalah Warung Timlo Sastro yang lokasinya di timur Pasar Gede Solo. Warung ini buka tiap hari pukul 7 pagi.

Grebeg Sudiro

Grebeg Sudiro
Grebeg_Sudiro
Yaitu perayaan yang diadakan untuk memperingati Tahun Baru Imlek dengan perpaduan budaya Tionghoa-Jawa. Festival yang dimulai sejak 2007 ini biasa dipusatkan di daerah Pasar Gedhe dan Balong (di kelurahan Sudiroprajan) dan Balai Kota Solo.

Solo Batik Carnival

batik carnivalSolo Batik Carnival adalah sebuah festival tahunan yang diadakan oleh pemerintah Kota Surakarta dengan menggunakan batik sebagai bahan utama pembuatan kostum. Para peserta karnaval akan membuat kostum karnaval dengan tema-tema yang di tentukan. Para peserta akan mengenakan kostumnya sendiri dan berjalan di atas catwalk yang berada di jalan Slamet Riyadi. Karnaval ini diadakan setiap tahun pada bulan Juni sejak tahun 2008.

Kirab Pusaka 1 Suro

Yaitu acara yang ditujukan untuk merayakan tahun baru 1 suro. Rute yang ditempuh kurang lebih sejauh 3 km, yaitu Keraton – Alun-alun Utara – Gladak – Jl. Mayor Kusmanto – Jl. Kapten Mulyadi – Jl. Veteran – Jl. Yos Sudarso – Jl. Slamet Riyadi – Gladak kemudian kembali ke Keraton lagi. Pusaka- pusaka yang memiliki daya magis tersebut dibawa oleh para abdi dalem yang berbusana Jawi Jangkep. Kirap yang berada di depan adalah sekelompok Kebo Bule bernama Kyai Slamet sedangkan barisan para pembawa pusaka berada di belakangnya. Acara ini di selenggarakan oleh Keraton Surakarta dan Puro Mangkunegaran yang dilaksanakan pada malam hari menjelang tanggal 1 suro.
kirab pusaka

Tari Bedhaya Ketawang

Tari Bedhaya Ketawang adalah sebuah tari yang amat disakralkan dan hanya digelar dalam setahun sekali. Konon di dalamnya sang Ratu Kidul ikut menari sebagai tanda penghormatan kepada raja-raja penerus dinasti Mataram.
Asal mulanya tari Bedhaya Ketawang hanya diperagakan oleh tujuh wanita saja. Dalam perkembangan selanjutnya, karena tari ini dianggap sebuah tarian khusus dan dipercaya sebagai tari yang amat sakral kemudian diperagakan oleh sembilan orang.
Berbeda dengan tarian lainnya, Bedhaya Ketawang ini semula khusus diperagakan oleh abdi dalem Bedhaya Keraton Surakarta Hadiningrat. Iramanya pun terdengar lebih luruh (halus) dibanding dengan tari lainnya semisal Srimpi, dan dalam penyajiannya tanpa disertai keplok-alok (tepuk tangan dan perkataan)
Dikatakan tari Bedhaya karena tari ini menyesuaikan dengan gendingnya, seperti Bedhaya Gending Ketawang Ageng (Karya Penembahan Senapati) Bedhaya Gending Tejanata dan Sinom (karya PB IX) Bedhaya Pangkur (karya PB VIII), Miyanggong (karya PB IV), Duradasih (karya PB V), dan lainnya.
Siapa sebenarnya pencipta tari Bedhaya Ketawang itu sendiri sampai sekarang memang masih simpang siur.
Bedhaya